My playlist

Jumat, 07 Juni 2013

Makam Ala Piramida Mesir Ada di Gresik





 Piramida jadi peninggalan khas Mesir yang menarik perhatian banyak wisatawan. Bukan cuma Mesir yang punya makam seperti itu, ada juga yang mirip piramida di Gresik. Makam apa?

Piramida jadi peninggalan khas Mesir yang menarik perhatian banyak wisatawan. Bukan cuma Mesir yang punya makam seperti itu, ada juga yang mirip piramida di Gresik. Makam apa?

Gresik adalah kota industri, tetapi juga Kota Santri. Julukan ini tidak begitu berlebihan. Di Desa Leran terdapat makam pejuang Islam sebelum Sunan Giri. Makam ini unik dan menarik perhatian peziarah termasuk para wisatawan

Tidak banyak orang yang tahu bahwa sebelum kisah perjuangan Wali Sembilan (Wali Songo) yang kesohor di tanah Jawa itu. Di Gresik pernah hidup seorang wanita penyebar Islam yang hingga kini perjuangannya masih kita kenang dan menjadi inspirasi umat Islam di tanah air.

Banyak pendapat pro dan kontra dari para ahli seputar asal-usul Siti Fatimah. Ada yang bilang ia berasal dari Kedah Malaysia. Sementara itu ahli yang lain mengatakan bahwa beliau berasal dari Persia (Iran) ini terlihat dari tulisan huruf Arab yang terpahat pada batu nisan Siti Fatimah tergolong bukan huruf arab biasa melainkan huruf Arab pegon.

Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa Siti Fatimah berasal dari Kamboja. Pendapat mana yang benar, hanya Tuhan yang tahu. Yang pasti umumnya arkeolog dan ahli sejarah sepakat bahwa setelah meneliti angka tahun dan jenis huruf Arab yang terpahat di batu nisan.

Mereka menyimpulkan bahwa makam Islam purba ini termasuk yang tertua di Asia Tenggara. Menurut Haji Hasyim, sang juru kunci yang tinggalnya persis di depan pintu masuk komplek makam, serta berdasarkan angka yang terpahat di batu nisan, Siti Fatimah wafat pada tahun 1082 Masehi.

Di usianya yang terbilang muda kira-kira 18 tahun, beliau meninggal akibat serangan wabah penyakit yang mengganas di Desa Leran, Manyar-Gresik. Melihat angka tahun wafatnya Siti Fatimah ini menunjukkan masa sebelum pemerintahan Kerajaan Hindu Majapahit.

Konon menurut cerita juru kunci kala itu Siti Fatimah demi syi’ar Islam beliau bersedia dipersunting oleh penguasa atau raja yang beragama Buddha. Namun takdir berkata lain, serangan wabah penyakit mengganas di daerah Leran. Sanak dan kerabat beliau meninggal akibat wabah itu, termasuk beliau yang meninggal sebelum sempat dipersunting raja beragama Buddha tersebut.

Untuk mengenang kerelaan dan pengorbanan beliau, sang raja bersedia membuatkan cungkup makam dengan gaya arsitektur yang unik. Mirip bangunan candi Buddha di Jawa Tengah. Sepintas dari kejauhan juga tampak seperti Piramida di mesir.

Bangunan cungkup makam terbuat dari batu persegi berwarna putih. Sayangnya saat ini sudah kelihatan mulai tumbuh lumut kerak karena berusia ratusan tahun sehingga terlihat agak kehitaman. Bangunan ini bukan seperti candi-candi Majapahit pada umumnya yang terbuat dari batu bata merah. Juga berbeda dengan bangunan candi Buddha di Jawa Tengah yang terbuat dari batu gunung (andesit).

Kini makam beliau di Desa Leran, Manyar-Gresik banyak didatangi peziarah sekaligus menjadi bukti kesungguhan dan keihlasan perjuangan beliau dalam menyebarkan Islam. Meski pada akhirnya maut menjemput hingga beliau meninggal di usia yang sangat muda.

Demi Islam pula beliau rela hampir dipersunting oleh penguasa yang tidak seagama kala itu yang mungkin sangat bertentangan dengan nuraninya. Makam Siti Fatimah ramai dikunjungi peziarah terutama pada malam Jum’at. Umumnya mereka datang untuk membacakan yassin dan tahlil. Sebagian lagi berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa agar semua hajadnya terkabul.

Bagi Anda yang ingin berziarah atau sekadar melihat uniknya makam ini, bisa datang dengan naik kendaraan umum atau pribadi. Kawasan makam Leran berjarak kira-kira 8 kilometer dari pusat Kota Gresik.

Sumber : http://travel.detik.com

Rabu, 05 Juni 2013

Nenek 85 tahun menang undian Rp5 triliun



Gloria Mackenzie telah menerima hadiah undian Powerball Lottery sebesar $590 juta atau sekitar Rp 5 triliun.

Ia membeli tiketnya seharga $2 di sebuah pasar swalayan di kota Tampa.

MacKenzie, yang menolak untuk tampil di hadapan kamera televisi, memilih opsi menerima pembayaran langsung dan bukan pembayaran bertahap selama 30 tahun.

Ia menolak berbicara dengan wartawan yang berkumpul di luar kantor undian dan langsung pergi dengan mobilnya.

Hadiah yang diterima Mackenzie adalah yang terbesar kedua dalam sejarah AS, setelah hadiah Mega Million sebesar $656 yang dibagi antara tiga orang pemenang.

Mackenzie, seorang pensiunan dari Maine dan ibu empat anak yang tinggal di rumah sederhana di Zephyrhills, mengatakan ia membeli tiket kemenangan itu setelah "seseorang telah sangat baik pada saya dan membiarkan saya membeli tiket lebih dulu."

Ia membiarkan komputer Powerball mengeluarkan angka-angka secara acak.

"Kami sangat bersyukur dengan kemenangan di Florida Lottery Powerball," tambahnya. "Kami berharap semua orang akan memberikan kami peluang untuk menjaga privasi kami."

sumber :  detik.com