My playlist

Rabu, 17 Oktober 2012

Konsep , Aliran dan Sejarah Koperasi


BAB I
KONSEP , ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI

1. KONSEP KOPERASI
Koperasi dibedakan atas dua konsep: konsep koperasi barat dan konsep koperasi sosialis. Hal ini  dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa  pada dasarnya, perkembangan konsep-konsep yang ada berasal dari negara-negara barat dan negara-negara berpaham sosialis, sedangkan konsep yang berkembang di negara dunia ketiga merupakan perpaduan dari kedua konsep tersebut.
Konsep Koperasi Barat
Di sini dinyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Persamaan kepentingan tersebut bisa berasal dari perorangan atau kelompok. Kepentingan bersama suatu kelompok keluarga atau kelompok kerabat dapat diarahkan untuk membentuk atau masuk menjadi anggota koperasi.
Jika dinyatakan secara negatif, maka koperasi dalam pengertian tersebut dapat dikatakan sebagai “organisasi bagi egoisme kelompok”. Namun demikian, unsur egoistik ini diimbangi dengan unsur positif sebagai berikut:
§  Keinginan individual dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesama anggota, dengan saling menguntungkan.
§  Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama.
§  Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati.
§  Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi.

Dampak langsung koperasi terhadap anggotanya adalah:
§  Promosi kegiatan ekonomi anggota.
§  Pengembangan usaha perusahaan koperasi dalam hal investasi, formasi permodalan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengembangan keahlian untuk bertindak sebagai wirausahawan, dan kerja sama antar koperasi secara horizontal dan vertikal.

Dampak tidak langsung koperasi terhadap anggota hanya dapat dicapai, bila dampak langsungnya sudah diraih. Dampak koperasi secara tidak langsung adalah sebagai berikut:
§  Pengembangan sosial ekonomi sejumlah produsen skala kecil maupun pelanggan.
§  Mengembangkan inovasi pada perusahaan skala kecil, misalnya inovasi teknik dan metode produksi.
§  Memberikan distribusi pendapatan yang lebih seimbang dengan pemberian harga yang wajar antara produsen dengan pelanggan, serta pemberian kesempatan yang sama pada koperasi dan perusahaan kecil.

Konsep Koperasi Sosialis
Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
Sebagai alat pelaksana dari perencanaan yang ditetapkan secara sentral, maka koperasi merupakan bagian dari suatu tata administrasi yang menyeluruh, berfungsi sebagai badan yang turut menentukan kebijakan publik, serta merupakan badan pengawasan dan pendidikan. Peran penting lain koperasi ialah sebagai wahana untuk mewujudkan kepemilikan kolektif sarana produksi dan untuk mencapai tujuan sosial politik. Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis.
Konsep Koperasi Negara Berkembang
 
Walaupun masih mengacu kepada kedua konsep tersebut, namun dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya. Campur tangan ini memang dapat dimaklumi karena apabila masyarakat dengan kemampuan sumber daya manusia dan modalnya terbatas dibiarkan dengan inisiatif sendiri untuk membentuk koperasi, maka koperasi tidak akan pernah tumbuh dan berkembang. Sehingga, pengembangan koperasi di negara berkembang seperti di Indonesia dengan top down approach pada awal pembangunannya dapat diterima, sepanjang polanya selalu disesuaikan dengan perkembangan pembangunan di negara tersebut. Dengan kata lain, penerapan pola top down harus diubah secara bertahap menjadi bottom up approach. Hal ini dimaksudkan agar rasa memiliki (sense of belonging) terhadap koperasi oleh anggota semakin tumbuh, sehingga para anggotanya akan secara sukarela berpartisipasi aktif. Apabila hal seperti tersebut dapat dikembangkan, maka koperasi yang benar-benar mengakar dari bawah akan tercipta, tumbuh, dan berkembang.
Adanya campur tangan pemerintah Indonesia dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan konsep sosialis.
 Perbedaannya adalah, tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif, sedangkan  koperasi di negara berkembang seperti Indonesia, tujuannya adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.
2. Latar Belakang Timbulnya Aliran Koperasi
v Keterkaitan Ideologi, Sistem Perekonomian dan Aliran Koperasi
Aliran Koperasi
Perbedaan aliran dalam koperasi berkaitan erat dengan factor ideology dan pandangan hidup(way of life) yang di anut oleh Negara dan masyarakat yang bersangkutan. Secara garis besar, ideology Negara-negara didunia ini dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu:
§  Liberalisme / komunisme
§  Sosialisme
§  Tidak termasuk liberalism maupun sosialisme
Impelementasi dari masing-masing ideology ini melahirkan system perekonomian yang berbeda-beda.
Paul Hubert casselman membaginya menjadi 3 aliran:
§  Aliran yardstick
§  Aliran sosialis
§  Aliran persemakmuran(commonwealth)

Aliran Yardstick
Aliran ini pada umumnya dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut system perekonomian liberal. Menurut aliran ini, koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan, dan mengoreksi berbagai keburukan yang dimbulkan system kapitalisme. Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat netral.
Aliran Sosialis
Lahirnya aliran ini tidak terlepas dari berbagai keburukan yang di timbulkan oleh kapitalisme. Menurut aliran ini, koperasi di pandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, di samping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi. Koperasi di jadikan sebagai alat pemerintah dalam menjalankan program-programnya. Dalam hal ini, otonomi koperasi menjadi hilang. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di Negara-negara Eropa Timur dan Rusia


Aliran Persemakmuran
Aliran persemakmuran (commonwealth) memandang koperasi sebagai alat yang efsien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat. Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat”kemitraan (partnership)” , dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baikd.
Dalam tulisanya di harian KOMPAS( 8 agustus 1984) yang berjudul “kemakmuran masyarakat berazaskan koperasi”,E.D. damanik membagi koperasi menjadi 4 aliran atau school of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelansi perekonomian Negara, yakni:
§  Cooperative commonwealth school
§  School of modified atau juga di sebut school of competitive yardstick
§  The socialist school
§  Cooperative sector school
§  Cooperative Commonwealth School
Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.
3. Sejarah Perkembangan Koperasi
Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen (1771-1858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia.
Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) – dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi.
Koperasi akhirnya berkembang di negara-negara lainnya. Di Jerman, juga berdiri koperasi yang menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan koperasi buatan Inggris. Koperasi-koperasi di Inggris didirikan oleh \Charles Froirer, Raffeinsen, dan Schule Delitzch. Di Perancis, Louis Blanc mendirikan koperasi produksi yang mengutamakan kualitas barang. Di Denmark Pastore Chritiantoe mendirikan koperasi pertanian.
Sejarah koperasi indonesia
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya.  Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem Kapitalisme semakin memuncak.
Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. 
Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para Petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyak Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.

Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947 , pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia

Minggu, 29 Juli 2012

Kadal Raksasa Itu Spesies Baru

Reptil yang masuk dalam keluarga besar kadal dengan panjang badan sekitar 2 meter ditemukan di Filipina. BBC News, Rabu (7/4/2010), menyebutkan, reptil raksasa dengan kulit berwarna kuning, biru, dan hijau terang itu ditemukan di kawasan hutan pegunungan Sierra Madre, Filipina. Dari hasil pengamatan, reptil raksasa yang kemudian diberi nama Varanus bitatawa itu hanya memakan buah-buahan.
"Binatang ini luar biasa. Sayangnya, sekarang ia lepas dari pantauan kami," kata Rafe Brown, salah seorang ilmuwan yang mendeskripsikan reptil raksasa spesies baru itu di jurnal Biology Letters. Penemuan reptil raksasa ini sama pentingnya dengan penemuan dua spesies raksasa yang disebut "megafauna" beberapa tahun lalu, yakni Rungwecebus kipunji (jenis monyet baru yang ditemukan di Afrika) dan Saola (Pseudoryx nghetinhensis) dari Vietnam.

Kadal raksasa itu sebenarnya sudah dikenal lama oleh warga suku Agta dan Ilongot yang tinggal di pedalaman hutan sebelah utara Pulau Luzon. Bahkan, biasanya masyarakat kedua suku itu memburu kadal raksasa itu untuk diambil dagingnya, sumber protein yang utama. Keberadaan kadal raksasa itu kemudian diketahui tim ilmuwan pimpinan Brown yang terdiri atas para ilmuwan dari Amerika Serikat, Filipina, dan Belanda.

Sebelumnya, tim ini sudah menganalisis sejumlah spesies kadal raksasa yang disimpan di museum AS dan Filipina. Panjang tubuh kadal raksasa itu diperkirakan mencapai 2 meter, ekornya saja sepanjang 1 meter. Warna kakinya didominasi kuning serta ekornya garis-garis hitam dan kuning.

Karena hanya memakan buah-buahan, berarti kadal raksasa spesies baru itu termasuk satu dari tiga spesies kadal pemakan buah yang ada di dunia. Sampai saat ini kadal raksasa spesies baru ini menghilang dan belum ditemukan lagi. Para peneliti menduga, barangkali kadal raksasa spesies baru ini kerap bersembunyi di bagian paling dalam hutan. Namun, satu hal yang pasti, kadal raksasa ini tidak pernah meninggalkan hutan ataupun berpindah ke daerah terbuka.

Sejauh ini para ilmuwan biologi memperkirakan, kadal raksasa spesies baru itu paling tidak tinggal sekitar 150 kilometer dari "saudara terdekatnya", yakni kadal yang dikenal dengan Varanus olivaceus, yang juga hidup di hutan dan hanya memakan buah-buahan. (BBC/LUK)
Sumber: www.kompas.com dan http://dunia90.blogspot.com

Sabtu, 21 Juli 2012

Thiago Silva Akui Tak Berniat Tinggalkan Milan

Okdwitya Karina Sari - detikSport
FOTO:REUTERS

London - Sedih karena harus meninggalkan AC Milan, Thiago Silva meminta maaf kepada Milanisti. Silva mengakui keputusan transfernya ke Paris St. Germain bukanlah ditentukan oleh dirinya.

Pemain bertahan internasional Brasil itu didatangkan ke PSG dengan biaya sebesar 42 juta euro. Silva akan kembali bereuni dengan Zlatan Ibrahimovic, yang pada Rabu (18/7) resmi bergabung.

Transfer Silva boleh jadi cukup mengejutkan. Soalnya, sebelumnya Rossonerri sempat menolak tawaran Le Parisien yang diikuti dengan perpanjangan kontrak si pemain di San Siro.

Wajar apabila kemudian Silva merasa sedih. Milan merupakan klub yang membesarkan namanya setelah merekrutnya dari Fluminense pada 2009 silam.

"Aku senang dengan transfernya tapi sedih karena harus mengucapkan selamat tinggal kepada Milan. Aku mendapat emosi yang kuat disana. Itu adalah klub yang mendedikasikan diri kepada para pemain dan skuad - aku berhutang segalanya kepada mereka," tukas Silva di pusat latihan skuad Brasil untuk Olimpiade.

"Transferku ke Paris bukan keputusan yang diambil olehku - 100 persen bukan - setelahnya, aku malah memperpanjang kontrakku."

"Orang-orang yang mengerti sepakbola mengetahui bagaimana segalanya berjalan dan ini adalah hal yang rumit buatku. Hasratku dan juga keluargaku tidak meninggalkan Milan."

Silva menegaskan bahwa kepindahannya ke PSG tidak didasari oleh uang. "Aku tidak ke PSG untuk menghasilkan banyak uang. Aku bukanlah orang mata duitan, tapi aku ingin mengatakan maaf kepada fans Milan," imbuh Silva di Football Italia.

"Mereka punya proyek yang mendorongku untuk berganti klub. Seperti yang dibilang Ibrahimovic mereka sedang membangun sebuah tim. Aku ingin mencetak sejarah dengan klub," lugasnya.

Seedorf Dukung Montolivo untuk Bersinar di Milan

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
FOTO:(Getty Images/Scott Heavey)
 
Milan - Mulai musim depan, Riccardo Montolivo akan berseragam AC Milan. Clarence Seedorf yang baru saja meninggalkan Milan meyakini jika Montolivo akan bersinar bersama Rossoneri.

Akhir musim 2011/2012 lalu, Milan melepas Mark van Bommel yang kembali ke Belanda. Sebagai gantinya, Milan kemudian menggaet Montolivo dari Fiorentina dengan status bebas transfer.

"Musim depan Montolivo akan datang dan dia adalah pemain bertalenta dengan teknik yang hebat," puji pelatih Milan, Massimiliano Allegri, saat klubnya mencapai kesepakatan soal transfer midfielder 27 tahun itu.

Pernyataan Allegri itu mendapat dukungan dari Seedorf. Pemain yang baru saja memutuskan untuk pergi dari San Siro itu menilai jika Montolivo akan cocok untuk Milan.

"Dia adalah tipe pemain yang disukai Allegri, dia bermain bagus di Fiorentina dan juga bersama timnas," ujar Seedorf di situs resmi Milan.

"Dia bermain baik saat melawan Kroasia dan dia akan bagus untuk Milan."

"Aku mengenalnya dan dia sudah menunggu lama untuk mengenakan seragam ini. Aku mendoakan yang terbaik untuknya," tuntas pesepakbola yang membela Milan selama 10 tahun itu.