My playlist

Rabu, 06 Mei 2015

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL

            Banyak database komersial menyediakan akses terhadap data keuangan dan pasar saham ribuan puluhan ribu perusahaan diseluruh dunia. Perusahaan-perusahaan yang tercakup dalam database komersial ini umumnya perusahaan besar yang laporan keuangannya menarik perhatian para pengguna dan investor.
            Sumber informasi lain yang juga berharga yaitu:
1)      Publikasi pemerintah
2)      Organisasi riset ekonomi
3)      Organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-bangsa
4)      Organisasi akuntansi, audit, dan pasar surat berharga

Ketetapan Waktu Informasi
            Ketetapan waktu laporan keunagan, laporan tahunan, laporan kepada pihak regulator, dan siaran pers yang menyangkut laporan akuntansi berbeda-beda di tiap negara. Pelaporan keuangan tiap kuartal merupakan praktek yanng lazim dilakukan di Amerika Serikat, sedangkan di tempat lain masih jaring dilakukan. Jangka waktu pelaporan keuangan juga dapay diestimasikan dengan membandingkan akhir tahun fiskal sebuah perusahaan dengan tanggal laporan auditnya. Tanggal terkhir ini dianggap sebagai tanggal indikasi kapan informasi keuangan perusahaan pertama kali tersedia untuk masyarakat umum. Di Brazil, Kanada, Chili, Kolombia, Meksiko, Philipina, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Amerika Serikat, jangka waktu pelaporan ini dilaporkan berkisar antara 30-60 hari. Sementara di Argentina, Australia, Denmark, Finlandia, Irlandia,Israel, Jepang, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Singapura, Afrika Selatan, Spanyol, Swedia, Swiss, Inggiris dan Zimbabwe rata-rata berkisar 61-90 hari. Di Austria, Belgia, Perancis, Jerman, Yunani, Hong Kong, India, Italia,Malaysia, Nigeria, dan Sri Lank jangka waktu informasi berkisar antara 92-120 hari. Dan untuk Pakistan, rata-rata jangka waktu melebihi 120 hari.
            Frost mencatat perbedaan internasional lebih lanjut dalam ketepatan waktu siaran pers yang menyangkut laba. Ia mendefinisikan jangka waktu sebagai rata-rata jumlah hari antara akhir tahun fiskal suat perusahaan dan tanggal siaran pers. Selang waktu ini berkisar 72 hari untuk perusahaan yang berdomisili di Prancis, 82 hari untuk perusahaan Jerman, 46 hari untuk Jepang, 72 hari untuk Inggiris, dan 26 hari untuk Amerika.
            Perbedaan dalam ketepan waktu informassi akuntansi menambah beban para pembaca laporan keuangan perusahaan asing. Beban ini semakin besar untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki lingkungan yang sentiasa berubah-ubah. Agar penilaian yang dilakukan dapat bermakna, diperlukan penyesuaian terus-menerus atas jumlah yang dilaporkan, dengan menggunakan yang konvensional ataupun tidak konvensional.


Pertimbangan Mata Uang Asing
Akun-akun yang berdenomnasi dalam mata uang asing membuat para anlis menghadapi dua jenis permasalahan. Yang pertama berkaitan dengan kemudahan pembaca, yang kedua menyangkut isi informasi.
            Sebagian besar perusahaan di seluruh dunia menetapkkan denominasi akun-akun keuangannya dalam mata uang domisili nasional mereka. Bagi seorang pembaca daru AS terbiasa dengan dolar, analisis akun-akun yang dinyatakan dalam euro dapat menimbulkan kebingungan. Jawaban yang umum untuk mengatasinya dalah dengan mentranslasikan saldo-saldo dalam mata uang asing ke dalam mata uang domestik. Namun demikian, sebagian saldo-saldo dalam mata uang asing ke dalam mata uang dmestik.namun demikian, sebagian besar laporan mata uang asing hanya menyulitkan dalam tampilanya saja. Rasio keuangan yang mengubah unit pengukuran nomonal (interval) kedalam hubungan persentase tidak berkaitan dengan mata uang. Rasio lancar yang dihitung dari neraca sebuah persahaan Belanda yang dinyatakan dalam euro akan sama saja dengan dihitung dari laporan keuangan yang sama itu setelah ditranslasikan kedalam dolar.
            Dengan mengasumsikan bahwa kurs dolar/pound pada akhir tahun $2.10, $2.20, dan $1.60 masing-masing untuk tahun 20x4,20x5,20x6, maka resiko lancar adalah sebesar 1.5 per 1 untuk tahun 20x4, 1.6 per 1 untuk tahun 20x5 dan 1.6 per 1 untuk tahun 20x6, baik untuk laporan tang dinyatakan dalam pound Inggris atau dolar AS. Saldo dalam mata uang lokal (yaitu pound) lebih memadai apabila hendak menganalisis tran keuangan.

            Translasi untuk kemudahan pembaca dengan menggunakan kurs pada akhir tahun yang digunakan sebelumnya (yaitu $2.10 untuk tehun 20x4, $2.20 untuk tahun 2-x5, dan $1.60 untuk tahun 20x6) menghasilkan kenaikan penjualan dalam dolar AS sebesar 7,5% [($53.056-$49.350) / $49.350)] selama periode 3 tahun tersebut. Namun demikian, kenaikan penjualan dalam pound adalah sebesar 41% [(£33.160-£23.500) / £23.500)].
            Terdapat sebuah pendekatan alternatif yaitu dengan mentranslasikan data-data dalam mata uang ke dalam mata uang domestik dengan menggunakan kurs pada suatu tahunan dasar. Jika saldo-saldo dalam mata uang asing dinyatakan dalam ekuivalen daya bbeli tahun dasar, maka kurs akhir tahun yang terjadi pada suatu tahun dasar harus digunakan.
            Apabila laporan yang telah ditranslasikan memberikan kemudahan bagi para pebaca dalam melihat akun-akun mata uang asing dalam suatu mata uang yang telah dikenal umum, maka dapat timbul gambaran yang sebenarnya mengalami distorsi. Secara khusus, perubahan kurs valuta asing dan prosedur akuntansi secara bersamaan sering kalo menghasilkan nilai ekuivalen dalam mata uang domestik yang bertentangan dengan peristiwa yang mendasarinya.
            Laporan keuangan konsoloodasi memperbolehkan perusahaan multinasional untuk melaporkan hasil operasinya diseluruh dunia dalam satu mata uang. Beraneka ragam metode translasi mata uang yang digunakan secara internasional.
            Untuk memberikan gambaran, laporan laba rugi, posisi keuangan, dan arus kas translasi dari sebuah perusahaan afiliasi perusahaan multinasional AS yang berada di Norwegia dapat dilihat pada Tampilan 9-5. Induk perusahaab menggunakan metode kurs kini dan menetapkan krina sebagai mata uang fungsionalnya untuk keperluan konsolidasi.
            Pengamatan sekilas terhadap laporan arus kas hasil translasi meunjukkan bahwa sumber utama kas adalah operasi (laba bersih ditambah dengan depresiasi), penerbitan utang jangka panjang dan penyesuaian translasi. Pada gilitannya, kas tersebut digunakan untuk meningkatkan investasi perusahaan dalam bentuk aktiva tetap.
Pola arus kas yang ditunjukkan pada Tampilan 9-5 berbeda dari yang dialami oleh sebuah perusahaan yang murni domestik karena adanya agregat penyesuaian translasi. Namun demikian, pengamatan terhadap komponen laporan dana hasiltranslasi ini mengungkapkan bahwa penyesuaian translasi sesungguhnnya bukanlah sumber atau sasaran penggunaan kas. Penyesuaian transalasi dihitung dengan mengalikan saldo awal aktiva bersih dalam mata uang asing dengan perubahan dalam kurs kini selama periode berjalan, dan kedua dengan mengalikan peningkatan atau penurunan dalam aktiva bersih selama periode berjalan dengan perbedaan antara kurs rata-rata dan kurs pada akhir periode. Prosedur ini dan sifat ganda persamaan akuntansi, menunjukkan bahwa komponen paling penting dalam laporan dana yang ditranslasikan adalah gabungan pengaruh translasi dan arus kas aktual.
            Perbandingan arus kas antara uang fungsional (krona) dan mata uang pelaporan (dolar) menghasilkan beberapa perbedaan yang mengejutkan. Apabila laporan arus kass dihasilkan dari laporan neraca dan laporan laba rugi yang ditranslasikan (Tampilan 9-5) menunjukkan bahwa utang jangka panjang merupakan salah satu sumber dana, maka laporan dalam krona (Tampilan 9-6) tidak menunjukkan hal yang sama. Hal yang serupa juga terlihat pada apa yang seharusnya muncul sebagai investasi dalam aktiva tetap dari sudut pandang dolar berubah menjadi fenomena translasi murni.
            Suatu analisis terhadap akun aktiva tetap mengunkapkan bahwa tidak terdapat pembelian, penjualan ayai penghapusan akun aktiva tetap selama yahun berjalan. Dengan demikian, saldo akhir tahun harusnya sama dengan nilai buku awal, $8.500.000 (Nor 85.000.000), dikurangi dengan depresiasi sebesar $555.000 (Nor 5.000.000) atau sama dengan $7.945.000. saldo akhir aktual adalah sebesar $10.640.000, yang menunjukkan bahwa seluruh kenaikan dalam aktiva tetap ($10.640.00 - $7.954.000) disebabkan oleh pengaruh kurs. Hal yang sama juga terlihat pada utang jangka panjang dalam krona Norwegia yang tidak berubah selama tahun berjalan. Karena kewajiban moneter ini ditranslasikan berdasarkan kurs nilai tukar yang direvaluasi selama tahun ini, seluruh kenaikan dalam utang jangka panjang ($6.384.000 - $4.800.000) juga ditimbulkan dari penyesuaian translasi. Analisis transaksi yang serua menunjukkan pengaruh translasi tambahan yang berkaitan dengan akun-akun modal kerja anak perusahaan Norwegia. Perhatikan bahwa jumlah seluruh pengaruh translasi yang muncul dalam Tampilan 9-6 sama dengan agregat penyesuaian translasi yang muncul dalam bagian akuitas pemegang saham neraca hasil translasi.



Perbedaan dalam Format Laporan
            Format neraca dan laporan laba rugi berbeda-beda disetiap negara. Sebagai contoh, berbeda dengan di Amerika Serikat dimana kebanyakan perusahaan menggunakan format neraca dengan aktiva di sisi kiri dan klaim atas ekuitas di sisi kanan, format sebaliknya digunakan di Inggris. Contoh kedua, berbeda dengan neraca di AS yang menyajikan aktiva semakin menurun dalam urutan likuiditas dan kewajiban semakin meningkat dalam urutan tanggal jatuh tempo, di banyak negara aktiva yang paling likuid dan kewajiban dengan jangka waktu paling pendek ditempatkan di bagian bawah neraca.
            Perbedaan klasifikasi secara internasional juga cukup banyak terjadi. Sebagai contoh, akumulasi depresiasi disajikan sebagai akun kontra aktiva di Amerika Serikat. Di Jerman, aktiva yang didepresiasikan umumnya disajikan bersih dari akumulasi depresiasi, tetapi seluruh perubahan akun aktuva jangka panjang yang terjadi dalam periode berjalan langsung disajikan dalam neraca. Di banyak negara, perbedaan antara kewajiban lancar dan tidak lancar adalah satu tahun. Di jerman, perbedaan sering kali adalah 4 tahun.
            Meski menyulitkan, perbedaan format laporan keuangan tidak terlalu penting karena struktur dasar laporan keuangan cukup mirip di seluruh dunia. Dengan demikian, kebanyakn perbedaan biasanya dapat direkonsiliasikan dengan sedikit usaha.




Hambatan Bahasa dan Terminologi
            Perbedaan bahasa antarnegara dapat menimbulkan hambatan informasi bagi para-para pengguna laporan keuangan. Kebanyakan perusahaan yang berdomisil di negara- negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris menerbitkan laporan tahunannya dalam bahasa negara asal. Namun demikian, semakin banyak perusahaan yang relatif besar yang berada di perekonomian maju menyediakan laporan tahunan dalam bahasa Inggris. Perbedaan terminologi akuntansi juga daat menimbulkan kesulitan. Sebagai contoh, para pembaca di AS mengartikan isitlah stock sebagai surat berhaga yan menunjukkan kepemilikan perusahaan (saham). Di sisi lain, para pembaca di Inggris mengartikan istilah itu sebgai persediaan barang yang belum terjual milik perusahaan. Contoh lain perbedaan terminologi antara Inggris dan Amerika Serikat antara lain turnover (pendapatan penjualan) dan debtors (account receivable) dan creditor (account payable).
            Secara singkat, banyak isu-isu subtansial yang dihadapi para pengguna palaporan keuangan internasional. Mungkin isu yang paling sulit adalah yang berkaitan dengan mata uang asing dan ketersediaan dan kredibilitas informasi keuangan, kesulitan dengan mata uang asing mungkin akan menimbulkan pengaruh yang sangat besar dalam akuntansi internasional selama beberapa waktu. Sebaliknya, masalah yang berkaitan dengan ketersediaan dan kredibilitas informasi secara perahan semakin berkurang karena semakin banyak persusahaan, otoritas berwenang dan bursa efek yang mengakui pentingnya untuk memperbaiki akses investor terhadap informasi yang tepat waktu dan kredibel.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar